Jenson Button

Article on other languages:

Jenson Button

Jenson Button di GP Monaco 2008.
Lahir Jenson Alexander Lyons Button
19 Januari 1980
Frome, Somerset, Inggris
Aktif di F1 2000-sekarang
Tim Williams-BMW (2000)
Renault F1 (2001-02)
Honda F1 (2003-…)
Balapan pertama Australia 2000
Menang pertama Hungaria 2006

Jenson Alexander Lyons Button atau yang lebih kita kenal dengan nama Jenson Button (lahir di Frome,Somerset, Inggris, 19 Januari 1980; umur 28 tahun) adalah seorang pembalap Formula 1 berkebangsaan Inggris. Saat ini ia membalap untuk tim Honda. Tinggi badannya 182 cm.

Daftar isi

Kehidupan sehari-hari

Jenson Button merupakan seorang anak yang berasal dari keluarga kelas menengah di Inggris. Dimana ayahnya, John Button ketika muda merupakan seorang pegawai swasta. Sementara pamannya, John Bidfeld adalah seorang pengacara. Keluarga Button tinggal di daerah pinggiran di Frome, Sommerset. Jauh dari keramaian London.

Button kecil mengawali kebut-kebutan di ajang balap motor. Motor yang ia dapatkan merupakan hadiah Natal dari sang ayah saat usia Button saat itu lima tahun. Button sendiri baru mulai turun di gokart pada usia 7 tahun.

Saat mengawali kariernya di Formula 1, Jenson merupakan salah satu pembalap termuda dalam usianya yang baru menginjak 20 tahun. Namun balapan bukan hal asing baginya. Ia mengawali karier balap di usia delapan tahun. Sebagai ‘anak bawang’, ia mesti start dari belakang pada balapan pertamanya. Kendati demikian, Jenson berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan juara.

Sebelum Formula 1

Karting

Di 1989 ia menjuarai British Kart Super Prix. Dan sejak saat itu, empat tahun berikutnya, Jenson terus menjuarai beberapa ajang karting seperti the British Cadet, British Open dan seri British Junior TKM Kart. Di 1994, ia meraih tempat keempat di seri British Junior Kart serta menjuarai balapan Junior Intercontinental A European dan seri Junior Intercontinental A Italian Winter Kart. Tahun berikutnya, ia tak hanya juara di seri Senior ICA Italian Kart, namun juga menjadi runner-up termuda di seri World Formula A Kart. Jenson tetap bertahan di dunia karting, dan terus mencatat kemenangan hingga 1998.

Formula junior

Pada 1999 ia pindah ke seri British Formula Ford dan Formula Ford Eropa. Membalap untuk Haywood Racing, Jenson menjuarai British Formula Ford, dan kedua di seri Eropa. Di tahun yang sama, ia juga menjuarai Formula Ford Festival. Di 1999, Jenson meraih tempat ketiga di seri British Formula 3, dan digelari top rookie.Frank Williams, yang tak puas dengan performa pembalapnya saat itu, Alex Zanardi, melihat bahwa Jenson yang masih belia itu ternyata memiliki potensi bakat yang besar.

Formula 1

Jenson Button

Williams F1 (2000)

Jenson Button pertama kali tertangkap radar Frank Williams pada tanggal 15 Desember 1999 saat Frank hadir dalam Gala Dinner FIA. Saat itu salah seorang undangan tanpa sengaja menceritakan kehebatan Jenson saat tes dengan mobil Prost. Kemudian tanpa ragu, Frank menelepon Button dan mengajaknya tes minggu berikutnya. Ia lantas bersaing dengan Bruno Junqueira dan Jorg Muller untuk memperebutkan kursi kedua Williams di tahun 2000.

Secara mengejutkan Frank kemudian merekrutnya untuk mendampingi Ralf Schumacher di tahun 2000. Saat itu, Jenson mendapat banyak tekanan dengan besarnya harapan yang ditujukan padanya, namun ia berhasil membuktikan prestasinya dengan meraih 12 poin dan finis ke delapan di klasemen pembalap. Ia juga meraih gelar Rookie of the Year dari majalah F1 Racing atas prestasinya di tahun debutnya tersebut.

Benetton/Renault (2001-02)

Masih di bawah kontrak dengan Williams, Jenson pindah ke Benetton/Renault di 2001, di mana ia mengalami musim yang mengecewakan. Berpartner dengan Giancarlo Fisichella, Tim berjuang mengembangkan mobil dan mesti menghabiskan sebagian besar balapan dari belakang grid. Button hanya mampu meraih dua poin di tahun 2001, dan poin yang ia dapat adalah hasil dari finish P5 di Hockenheim. Di akhir musim, Button masih kesulitan dengan handling mobil B201 meskipun rekan setimnya, Fisichella sukses finish P3 di Spa-Francorchamps.

Di 2002 Benetton berganti nama menjadi Renault F1, dan performanya jauh lebih baik ketimbang di 2001. Jenson Button kali ini ditemani oleh Jarno Trulli, yang di tahun 2000 sempat mengalami masalah dengan Button akibat beberapa kali Trulli selalu celaka karena ditabrak Button. Jenson secara ajaib mampu bangkit dari keterpurukan di 2001. Bahkan ia nyaris meraih podium di Malaysia, setelah sampai lap terakhir berada di P3, sayangnya suspensi belakangnya macet, dan ia harus merelakan posisi podiumnya untuk Michael Schumacher. Total Jenson berhasil mengumpulkan keseluruhan 15 poin di musim 2002.

Bulan Juli, Williams memutuskan bahwa mereka akan tetap mempertahankan duet Juan Pablo Montoya dan Ralf Schumacher untuk musim 2003. Ini berarti Jenson Button tidak bisa kembali ke Williams. Saat itu banyak tim yang mencoba meraih Button, diantaranya Ferrari dan McLaren. Di saat Ferrari memperpanjang kontrak Rubens Barrichello dan Michael Schumacher sambil terus menanti skill dari Felipe Massa dan tim McLaren yang memperpanjang kontrak David Coulthard untuk menemani Kimi Raikkonen, akhirnya Button memutuskan untuk menerima tawaran David Richards dari B.A.R-Honda untuk tahun 2003.

Honda F1 (2003-…)

Partner JV

Di musim 2003, Jenson beralih ke British American Racing untuk mendampingi mantan juara dunia 1997 Jacques Villeneuve, dan posisinya di Renault digantikan oleh Fernando Alonso. Jenson tampil cemerlang dengan meraih total 17 poin dan menduduki posisi ke sembilan klasemen pembalap, jauh mengungguli rekannya, Villeneuve. Sebelumnya di Australia, Button sepmat bersitegang dengan JV akibat kesalahan radio yang kemudian memanggil keduanya masuk pit dalam waktu bersamaan. Perlu dua bulan untuk bisa meluruskan masalah tersebut antara JV dan JB. Walaupun ia harus absent satu balapan di Monaco akibat kecelakaan, dan juga belum berhasil naik podium di tahun 2003, Jenson berhasil memperoleh tempat keempat di Austria dan di putaran terakhir Suzuka, saat JV cabut dan digantikan tester Takuma Sato.

2004: Honda atau Williams?

Tahun 2004 adalah tahun terbaik Jenson selama karir Formula 1-nya. Ia mencatat podium pertama di GP Malaysia, dibelakang Michael Schumacher dan Juan Pablo Montoya. Sementara pole pertama diraih di GP San Marino. Nyaris sepanjang musim, Button selalu bisa finish di P2 atau P3. Pengecualian untuk di Belgia, sebab saat itu ban Michelin yang dipakai Button secara tiba-tiba kempes, dan membuat ia menabrak tembok. Jenson Button seharusnya bisa menang di Monaco dan Italia. Di Monaco, ia nyaris menyalip Jarno Trulli, sayangnya handling Renault sangat hebat di sini. Sementara di Italia, Button sempat memimpin hingga lap 40 sebelum aksi Apollo yang diperlihatkan duet Ferrari berhasil menyudahi balapan dengan hasil P1 dan P2 untuk Barrichello dan Schumi. Button pun harus puas ada di P3. Meskipun begitu, tim B.A.R sukses diangkatnya ke posisi runner-up klasemen konstruktor, mengalahkan tim Renault, yang nota bene, berhasil memenangi balapan, sementara BAR belum pernah sekalipun.

Pertengahan musim, santer beredar kabar bahwa Jenson Button telah menandatangani kontrak dengan Williams untuk musim 2005. David Richards panic, dan kemudian ia menghubungi CRB untuk meluruskan masalah tersebut, sebab yang sahnya, Button masih punya kontrak untuk 2005 bersama B.A.R. Celakanya, Jenson merasa bahwa kontraknya dengan B.A.R sudah berakhir, dan ia bisa bebas pindah ke Williams. Walaupun Frank Williams sempat menawari DR sejumlah uang, DR tetap pada pendiriannya untuk mengajukan masalah ini ke CRB. DR kemudian menang, dan itu berarti Button tetap berada di B.A.R untuk 2005, namun disisi lain, CRB juga menambahkan, jika poin Button kurang dari 75% poin yang dimiliki oleh sang pemuncak klasemen di 2005, maka ia bisa bebas pindah ke Williams, tanpa uang sepeser pun.

Kembali ke asal

Pada 2005, B.A.R kembali ke habitat asalnya, tidak kompetitif. Malah Button yang sempat finish di posisi 3 GP San Marino harus terkena apes, karena mobilnya didiskualifikasi dan kemudian dilarang tampil dalam dua balapan. Dalam dua balapan tersebut, di Monaco tepatnya, Jenson Button mencoba salah satu pekerjaan lain, ia menjadi komentator ITV untuk kualifikasi dan balapan. Setelah turun kembali lomba di Kanada, Button pun masih belum bisa meraih poin. Akhirnya poin murni pun bisa diraih di GP Prancis dengan finish di posisi 8. Sementara podium perdana murni Button di musim 2005 diraih di GP Jerman, dengan mengalahkan Michael Schumacher untuk duduk di P3.

Di akhir musim, walaupun poinnya kurang dari 75% poin yang dimiliki oleh sang juara dunia Fernando Alonso, akhirnya Jenson Button memutuskan untuk tetap berada di B.A.R yang kemudian berubah nama menjadi Honda F1. Ia melihat tim Williams kurang meyakinkan untuk 2006 setelah pemasok mesin BMW meninggalkan tim itu dan berpaling ke tim Sauber-Petronas mulai musim 2006.

Jalan menuju kemenangan

Di musim 2006, Jenson tampil sedikit lebih baik ketimbang di musim 2005. Beberapa kali mobil Honda yang ia kemudikan selalu nyaris meraih podium. Sampai akhirnya tiba saat-saat yang akan membahagiakan dirinya di Hungaria.

GP Hungaria, tanggal 13 Agustus 2006. Di kualifikasi, Jenson Button harus puas berada di P14. Tapi nasibnya akan berubah keesokan harinya, dimana di hari Minggu, hujan deras melanda sirkuit Hungaroring. Selepas pit pertama, ia berada di belakang Fernando Alonso yang memimpin lomba. Ketika Alonso masuk pit kedua, Button memimpin. Alonso, yang saat pitstop kedua mekanik pemasang baut bannya salah mengencangkan mur, akhirnya harus tersingkir setelah bannya macet karena tidak bisa berputar. Button kemudian dengan santai menjalani pitstop kedua. Dan akhirnya ia pun menang di Hungaroring, setelah tanpa perlawanan berarti dari Pedro de la Rosa dan Nick Heidfeld yang harus puas di P2 dan P3.

Kemudian di Brazil, dimana Michael Schumacher menjalani balapan F1 terakhirnya, Jenson kembali meraih podium dengan finish di P3. Ia pun mendapat konfirmasi bahwa ia akan tetap bertahan di Honda untuk 2007.

Mundur teratur?

Pada 2007, Jenson kembali harus merasakan tidak kompetitifnya mobil Honda. Namun dia masih lebih beruntung dan mampu mencetak poin dibanding rekan setimnya Rubens Barrichello yang tidak mampu meraih poin sedikitpun.

Dan pada musim 2008 ini, Button masih bergabung dan setia bersama Honda F1. Walaupun nyaris sepanjang musim ini, ia kalah prestasi dibanding Rubens Barrichello yang sudah meraup satu podium di GP Inggris.

Data statistik

  • 1989-1998, Karting- Juara British Championship, Senior ICA Italian Championship, European Super A Championship (juara termuda)
  • 1998, Formula 3 Inggris: ke-1, 6 kali juara, Formula Ford Eropa: ke-2, Juara McLaren Autosport BRDC Young Driver Award
  • 1999, Formula 3 Inggris: ke-3, 3 kali juara, pemenang Avon Rookie of the Year Award
  • 2000, Formula 1 (BMW.WilliamsF1), ke-8 dengan 12 poin
  • 2001, Formula 1 (Benetton-Renault), ke-17 dengan 2 poin
  • 2002, Formula 1 (Renault), ke-7 dengan 14 poin
  • 2003, Formula 1 (B.A.R-Honda), ke-9 dengan 17 poin
  • 2004, Formula 1 (B.A.R-Honda), ke-3
  • 2005, Formula 1 (B.A.R-Honda)
  • 2006, Formula 1 (Honda), kemenangan pertama di Hungaria
  • 2007, Formula 1 (Honda)
  • 2008, Formula 1 (Honda)


Pranala luar

This article is from Wikipedia. All text is available under the terms of the GNU Free Documentation License.